Kita sudah pernah menggunakan prosedur tanpa parameter. Pada saat itu parameter memang tidak dibutuhkan dalam prosedur tersebut. Prosedur tersebut akan selalu menghasilkan sesuatu yang benar-benar sama. Sekarang bayangkan sebuah prosedur yang bisa bertindak sesuai dengan keadaan, sehingga prosedur membutuhkan informasi untuk menentukan tindakannya. Cara untuk mengirimkan informasi ke dalam prosedur adalah dengan menggunakan parameter. Contoh prosedur dengan parameter adalah sebagai berikut:

Prosedur HitungFaktorial memiliki parameter bilangan. Di dalam prosedur tersebut, bilangan digunakan sebagai informasi yang dikirim dari pemanggilnya. Pada proses pemanggilannya, ekspresi yang diberikan kepada prosedur tersebut adalah n. Oleh prosedur, n akan diterjemahkan sebagai bilangan.

Perhatikan pula bahwa di dalam prosedur HitungFaktorial terdapat variabel n. variabel ini merupakan variabel yang berbeda dengan variabel n milik program utama.

Cobalah untuk menambahkan baris pada program utama sebagai berikut:

Saat program dijalankan, tampilannya adalah sebagai berikut:

Prosedur HitungFaktorial melakukan perubahan terhadap variabel n, akan tetapi setelah pemanggilan terhadap prosedur tersebut, ternyata isi variabel n tetap sama. Hal ini menunjukkan bahwa variabel n milik prosedur berbeda dengan variabel n milik program utama.

Variabel n milik program utama disebut sebagai variabel global. Sedangkan variabel n milik prosedur disebut variabel lokal. Jika prosedur tersebut tidak memiliki variabel n, maka perubahan terhadap n diterapkan kepada variabel global. Akan tetapi jika sebuah prosedur memiliki variabel yang namanya sama dengan nama variabel global, maka perubahan terhadap variabel dengan nama tersebut akan diterapkan kepada variabel lokal.

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.