
Jika Anda memperhatikan gambar hati di atas, Anda akan menganggap bahwa gambar tersebut terlihat begitu montok. Akan tetapi bagaimanapun Anda akan menganggap bahwa gambar tersebut hanyalah sebuah gambar yang terdapat pada kertas yang rata. Kesan tiga dimensi yang dimilikinya hanya terbentuk karena pengaturan warnanya. Anda bisa dengan mudah membedakannya dengan benda nyata yang ada di depan mata Anda.
Berbeda halnya jika Anda menonton film tiga dimensi yang Anda harus menggunakan kacamata untuk bisa menikmati kesan tiga dimensinya. Anda akan merasa bahwa film yang Anda tonton tersebut adalah sebuah kejadian nyata di depan mata Anda.
Dan tahukan Anda bahwa kita bisa memperkirakan jarak benda karena kita mempunyai dua mata? Pemandangan di depan kita akan sedikit memiliki perbedaan jika dilihat dari mata kiri dan dari mata kanan. Dengan adanya sedikit perbedaan ini, otak kita bisa memperhitungkan jarak benda yang ada di depan mata kita. Dengan mengetahui fakta ini, maka jika kita memotret pemandangan dari jarak yang sedikit berbeda, yaitu satu kamera diletakkan disebelah kamera yang lain dengan jarak sekitar jarak mata kiri dan mata kanan. Kemudian saat kita melihatnya, jika gambar yang diambil dengan kamera kiri hanya dilihat dengan mata kiri dan gambar yang diambil dengan kamera kanan hanya dilihat dengan mata kanan, maka kita akan merasakan bahwa pemandangan dari foto tersebut seolah tiga dimensi. Itulah sebabnya mengapa saat kita menonton film tiga dimensi kita harus mengenakan kacamata. Kacamata tersebut digunakan untuk memisahkan gambar sehingga gambar yang diambil oleh kamera kiri hanya terlihat oleh mata kiri dan gambar yang diambil oleh kamera kanan hanya terlihat oleh mata kanan.
Hal yang lebih mengagumkan adalah bahwa kita sebenarnya bisa memanipulasi otak kita untuk melihat gambar yang sebenarnya rata tetapi akan terlihat seolah tiga dimensi. Dan kita bahkan tidak memerlukan kacamata untuk membantu memisahkan gambar. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengatur jarak fokus penglihatan kita.
Arah pandang mata kita sebenarnya tidak selalu lurus kedepan. Arah pandang kedua mata kita hanya akan tepat lurus kedepan jika kita melihat benda-benda pada jarak yang sangat jauh. Misalnya saat kita melihat bintang-bintang yang berkilauan dimalam hari yang cerah (wuih, puitisnya..), atau saat kita melihat awan-awan yang bergumpal dilangit, atau semua obyek yang berada relatif sangat jauh dari kita. Jika kita melihat pada obyek-obyek yang jaraknya dekat, maka antara mata kiri, mata kanan, dan obyek yang kita lihat, akan membentuk sebuah segi tiga. Nah, dari sudut-sudut pada segitiga inilah otak memperhitungkan jarak benda. Jadi sebenarnya otak kita telah memiliki kemampuan untuk menghitung trigonometri bahkan sebelum kita sekolah 🙂
Sebuah trik yang sangat menarik adalah bahwa kita bisa memindah sebuah obyek kedalam kertas agar obyek tersebut tetap bisa berkesan tiga dimensi tanpa harus menggunakan kacamata. Caranya adalah dengan meletakkan kertas diantara mata dan obyek yang hendak diambil gambarnya. Kemudian kita bagi obyek tersebut kedalam bagian-bagian yang sangat kecil yang kita sebut dengan pixel. Setiap pixel dari obyek tersebut kita pindah ke kertas dengan menarik garis antara pixel tersebut ke mata kiri. Persilangan antara garis tersebut dengan garis kertas merupakan posisi pixel tersebut pada kertas untuk mata kiri. Lakukan hal yang sama untuk mata kanan.

Perhatikan bahwa pixel P1 jika ditarik garis lurus ke mata kiri, maka akan menghasilkan pixel di kertas sebagai pixel A. Kemudian jika ditarik garis lurus ke mata kanan, maka akan dihasilkan pixel B di kertas. Sayangnya kita tidak bisa memisahkan agar pixel B tidak terlihat oleh mata kiri. Oleh karena itu mau tidak mau pixel B jika dilihat oleh mata kiri harus mewakili pixel obyek juga, yaitu pixel P2. Sekarang P2 jika dilihat dari mata kanan akan diwakili oleh pixel C di kertas. Dengan alasan yang sama seperti pada proses sebelumnya, bagi mata kiri, pixel C merupakan wakil untuk pixel obyek di P3. Langkah-langkah ini harus dilakukan untuk semua pixel obyek yang akan dipindahkan ke kertas.
Untuk bisa melihat hasil dari pemindahan gambar tersebut, maka kita harus melihat bagaimana proses pembuatannya. Perhatikan bahwa kertas berada di antara mata dan obyek. Dengan demikian, saat kita melihat kertas tersebut, kita harus bisa mengatur fokus mata kita untuk melihat benda dibelakang kertas. Dalam hal ini kita sebenarnya sedang melihat benda khayalan yang telah dipindah ke kertas.
Di zaman gambar seperti ini baru ditemukan, gambar tersebut merupakan sebuah misteri sehingga orang yang ingin melihatnya harus menggunakan daya upayanya sendiri untuk bisa melihatnya. Teknik pembuatannya pun hanya dikatakan menggunakan teknologi komputer, tidak ada informasi lebih. Dan sebagai kelakar pada waktu itu adalah bahwa gambar tersebut hanya bisa dilihat oleh orang yang berhati bersih. Sehingga teman-teman yang belum berhasil melihatnya akan dikatakan bahwa hatinya tidak bersih. Tentu saja hal tersebut hanya sebuah olok-olok semata.
Sekarang Anda bisa mencoba apakah hati Anda bersih atau tidak 🙂 Lihatlah gambar di bawah. Saya menyertakan dua buah titik bantuan untuk memudahkan Anda mencapai fokus yang benar. Jika Anda pernah berhasil melihat gambar seperti ini, maka selanjutnya Anda tidak perlu lagi untuk menggunakan bantuan apapun. Sesuai dengan teknik pembuatannya. Fokus yang benar terjadi jika dua titik tersebut terlihat menjadi tiga titik.
Lakukan latihan pengaturan fokus penglihatan seperti yang dilakukan oleh salah seorang pasien dimana Patch Adam dirawat saat baru datang. Dia menunjukkan dua jarinya dan bertanya kepada Patch Adam “ini berapa?” Saat Patch Adam menjawab “dua”, dia kemudian berkata “bodoh, yang benar ini adalah empat”. Saat Patch Adam bertemu dengannya untuk yang kedua kalinya, orang tersebut kemudian menerangkan bahwa kebanyakan orang hanya fokus pada satu hal saja. Dia menerangkan bahwa jika fokus berada dibelakang jari, maka jari tersebut akan terlihat empat. Nah, sebenarnya dua jari tidak hanya bisa menjadi terlihat empat tapi juga bisa menjadi terlihat tiga. Yaitu jika dua jari yang tengah bertumpuk menjadi satu. Dan saat itulah yang menunjukkan bahwa fokus Anda sudah benar.
Jika fokus Anda sudah benar, maka Anda bisa melihat gambar hati yang begitu montok dan terasa sangat nyata dari gambar dibawah ini. Klik gambar tersebut untuk memperbesar atau cetaklah dengan ukuran yang cukup.

Jadi, apakah hati Anda cukup bersih? 🙂

If you notice the heart picture above, you would assume that the picture looks so plump. However, somehow you would assume that the image is just a picture at the paper flat. Three-dimensional impression it has is just formed because of the color settings. You can easily distinguish them from real objects that exist in front of your eyes.
It is different from the case if you watch the three-dimensional movie you need to use glasses to be able to enjoy the impression of three dimensions. You will feel that the movie you watch is a real incident in front of your eyes.
And do you know that we can estimate the distance of objects because we have two eyes? The scene in front of us will have a slightly different when viewed from the left eye and the right eye. With slight differences, our brains can calculate the distance of objects in front of our eyes. By knowing these facts, then if we shoot a scene from slightly different distances, ie one camera placed next to another camera with a distance of about the distance of left eye and right eye. Then when we see it, if the picture is taken with the left camera just seen with the left eye and the images captured with the right camera is only seen by the right eye, then we will feel that the view of the image as three-dimensional. That is why when we watch the three-dimensional movie we have to wear glasses. Glasses are used to separate the images so that images captured by the left camera is only visible to the left eye and the images captured by the right camera is only visible to the right eye.
Even more amazing is that we can actually manipulate our brains to see the flat image but will look as three dimensional. And we don’t even require glasses to help separate the images. What we need to do is adjust the focal distance of our vision.
Direction of view of our eyes is actually not always straight forward. Direction of view both of our eyes straight ahead will only be appropriate if we see objects at a great distance. For example when we see the stars shining bright at night (wuih, poetic ..), or when we see the clouds that gather at the sky, or all objects that are relatively far away from us. If we look at objects that were located nearby, then the left eye, right eye, and the objects we see, will form a triangle. Well, from the angles in a triangle then the brain will be able to calculate the distance of objects. So in fact our brain has the ability to calculate the trigonometric even before our school 🙂
A very interesting trick is that we can move an object into the paper so the object can still be memorable three dimensions without having to use glasses. The trick is to put the paper between the eye and the object. Then we divide the object into very small parts that we call the pixel. Each pixel of the object moved into the paper by drawing a line from the pixels to the left eye. Crosses between these lines with a line of paper is the pixel position on the paper for the left eye. Do the same thing for the right eye.

Note that the pixel P1 if drawn straight line to the left eye, it will produce a pixel in the paper as a pixel A. Then if a straight line drawn to the right eye, it will produce pixel B in the paper. Unfortunately we can not separate the pixels so that B is not visible to the left eye. Therefore inevitably pixel B when viewed by the left eye also must represent the object pixel, ie pixel P2. Now P2 when viewed from the right eye will be represented by a pixel C in the paper. With the same reason as in the previous process, for the left eye, pixel C is representative of the object pixel in P3. These steps must be performed for all of the object pixels to be transferred to the paper.
To be able to see the results of the transferred image, then we must look at the making process. Note that the paper is between the eye and the object. Thus, when we look at the paper, we should be able to adjust the focus of our eyes to see object behind the paper. In this case we are actually seeing imaginary object which have been moved onto the paper.
When this kind of image was newly discovered, the image was a mystery so people who wanted to saw it must use the power for his own effort to be able to saw. Manufacturing techniques were only said to use computer technology, there is no further information. And as a joke at the time was that these images can only be seen by a clean-hearted person. So friends who have not managed to see it will be said that his heart is not clean. Of course it is only a mere mockery.
Now you can try if your heart is clean or not 🙂 Look at the picture below. I include two helper dots to ease you reach the right focus. If you’ve managed to see this kind of picture, then the next you will not need to use any assistance anymore. In accordance with the techniques of manufacture. True focus occurs when the two dots looks to be three dots.
Do exercises to set the focus of your vision like one of the patient where Patch Adam treated as a new patient did. He pointed out two fingers and asked Patch Adam “how much?” When Patch Adam replied “two”, then he said “stupid, the correct is four”. When Patch Adam met him for the second time, the person then explained that most people only focus on one thing only. He explained that if the focus is behind the finger, the finger will be seen four. Well, actually two fingers can be seen not only four but also can be seen three. Ie if the two middle fingers are piled into one. And that shows the that your focus is correct.
If your focus is correct, then you can see a heart that is so plump and feels so real from the image below. Click the image to enlarge or print off with a reasonable size.

So, is your heart clean enough? 🙂
Bang Sulhan,
saya ada sedikit pertanyaan, semenjak saya bisa melihat gambar tiga dimensi beberapa tahun yang silam, saya ada beda pendapat dengan teman2 saya. tiga dimensi yang terbentuk dalam pikiran saya adalah cekung (menjorok ke dalam) sedang teman2 bilang cembung (keluar). Seperti halnya gambar di atas, saya melihatnya gambar hati cekung. Apakah ada yang salah dalam cara mengamatinya? Apa yang bisa Bang Sulhan komentari mengenai hal ini?
Tq.
Memang ada teman saya yang juga pernah ngomong ke saya kalau dia bisa melihat dengan efek yang berbeda, yaitu gambar yang cembung terlihat jadi cekung. Akan tetapi selain begitu, dia juga tetap bisa melihat dengan hasil yang benar. Jadi, kenapa bisa gambar tersebut terlihat dengan efek yang berbeda adalah karena pengaturan fokus penglihatan yang belum tepat. Apakah dua titik putih di atas gambar sudah benar-benar terlihat tiga? Karena itulah tanda bahwa fokus telah benar. Selamat mencoba lagi, semoga kali ini hatimu sudah lebih bersih ya nak 🙂
cekung ato cembung sama -sama benar, tergantung titik fokusnya.
kalo titik fokus sibelakang gambar akan menghasilkan gambar cembung,
kalo didepan objek akan meghasilkan gambar cekung.
lebih indah yang cembung oe..
hati kelihatan montok.
aku bisa liat fokus d belakang gmbr ataupun d depan gmbr,kl d blkng gmr jadi montok! gmbr serupa pernah aku liat di majalah liberti entah edisi berapa..!
ada gambar 3 D yg laen nya ga?
aku tuh paling seneng liat gmbr2 3D begini,, kesan nya keren gitu,, hehe
makasih
minta gambar yang lain dong….
kalo da kabari aku di blog ku aja….
vanny, rian, ada nih gambar yang lain. sebenernya sih masih sama, tapi kalo kalian liat yang ini, itu akan lebih bagus, soalnya aku ngasih tau bagaimana cara bikinnya. coba deh liat di Bagaimana Membuat Gambar 3 DImensi?. Bagis kan? 😀
Saya sudah lama mengenal gambar tiga demensi, tapi gambar yang Bang Sulhan posting sangat jernih sekali. Numpang nanya apa saya bisa memilikinya ?.
@Diyat: memiliki bagaimana maksudnya? membuat gambar karya diyat sendiri? atau mengambil gambar yg ada disini? klo maksudnya mengambil gambar yg ada disini, tentu saja boleh. Klo maksudnya membuat gambar sendiri, tentu saja itu tergantung diyat sendiri 😀
gmn sih caranya?
yg singkat ya!
Mau tau cara membuatnya? coba baca Bagaimana Membuat Gambar 3 Dimensi?
seru sih ! disaat orang tidak bisa melihat tp kt bisa,,,heee…hee….tp mata bsa sakit kepala pusing…klau kelamaan bsa berair
klo mata sakit, berarti masih salah cara melihatnya. sebab, yg perlu dilakukan sebenarnya hanyalah mengatur fokus pandangan dalam arti sudut mata kanan dan kiri, dan sama sekali tidak membuat perubahan pada kontraksi lensa mata, karena bukan fokus lensa mata yg kita atur. jadi beban mata sama sekali tidak bertambah berat. sedangkan pusing, mungkin itu hanya faktor kebiasaan, atau lebih parah lg mungkin hanya faktor psikologis 😛 aku bisa melihat gambar seperti ini berjam2 dan berpuluh2 tanpa sakit mata dan tanpa pusing.
wha..ha..ha..ha..ha…
keren.. montok bener tuch gambar hatinya..
kalo ditambah imajinasi jadi pengen “nyomot” pake tangan aja, jadi ketawa-ketiwi sendiri nech…
keren bro……
biasa aja
Hemmmm….. keren ? yach …. He … he… he…
Klo bisa gambarnya jangan satu donk , banyakin dikit ….
Bleh nggak
Bleh Dong
Bleh Ya
Bleh Kan ………. ????!!!!!!!
He… He…. He….
lha ini kan jg ga cuma 1, ada 2 lho, coba liat di Gambar 3 Dimensi, ada 2 kan? 😀
keren han,
jadi inget yg program pake pascal y…yg pake huruf ngacak….tapi masih datar gmbr 3d nya…tp gara2 itu aku bisa cepet liat gmbr 3d.yg ini aku lihat seh…ada gambar dua hati yg cembung…gak cekung…ada lagi gak?
2 hati? Berarti fokusnya masih keliru, Seharusnya cuma 1 hati. Perhatikan 2 titik putih di atas. Harus menjadi 3 titik.
haa..salah ye…aku lihat 4 titik putih…jadi doble…haa..aku coba lagi deh…..
gimana caranya baca tiga dimensi, jujur aku pengen banget bisa baca gambar tiga dimensi.tolong dunk bantu aku.
lha itu di atas kan suda aku kasih tau caranya, atur fokus mata. jangan melihat gambarnya, tapi seolah-olah melihat sesuatu dibelakan gambar itu. sebagai contoh, acungkan telunjukmu di depan matamu sekitar 30 cm. jangan lihat pada telunjuk, tapi lihatlah pada benda lain yang jauh, misalnya lihat tembok yang berada sekitar 2 meter di depanmu, maka jarimu akan terlihat 2. jika di depan matamu ada 2 jari, maka bisa menjadi terlihat 4 atau 3 tergantung jaraknya. jika 2 jari yang di tengah bertumpuk, maka otomatis akan terlihat jadi 3.
gambar hati….
belajar liat stereogram memang harus sabar hehehe…tp saya dulu belajarnya cuman 1 jam sudah bisa…asik