{"id":564,"date":"2009-02-20T20:55:31","date_gmt":"2009-02-20T13:55:31","guid":{"rendered":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/?p=564"},"modified":"2014-04-10T20:52:29","modified_gmt":"2014-04-10T13:52:29","slug":"tutorial-belajar-mikrokontroler","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/tutorial-belajar-mikrokontroler\/","title":{"rendered":"Tutorial mikrokontroler"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<p>Dibandingkan beberapa waktu yang lalu, sekarang harga chip mikrokontroler sudah relatif murah. Bahkan untuk sekadar membuat lampu berjalan, mikrokontroler pantas dipilih. Namun ternyata murahnya harga tidak serta merta membuat penggemar elektronika menggunakan mikrokontroler dalam rancangannya. Bukannya apa-apa, tapi karena mereka tidak dapat memprogramnya!<\/p>\n<h4>Pakai trik apa?<\/h4>\n<p>Harus diakui bahwa merancang sistem bermikrokontroler memang membutuhkan dasar ilmu yang cukup kompleks. Banyak orang jadi menyerah sebelum mencoba. Mereka dibingungkan oleh lingkaran setan, dari mana harus memulai?<\/p>\n<p>Yang penting, Anda harus banyak berlatih, baik teori maupun praktik. Oleh karena itu, sebaiknya terlebih dahulu Anda mempersiapkan alat dan bahan, yaitu sistem minimal mikrokontroler (terdiri dari sebuah chip mikrokontroler, resistor, kapasitor, dan kristal), downloader, dan Integrated System Environment (IDE).<\/p>\n<p>Komponen-komponen bisa Anda beli di toko elektronika. Downloader bisa Anda buat sendiri atau beli. IDE bisa Anda dapatkan <a title=\"IDE mikrokontroler\" href=\"\/id\/category\/mikrokontroler\/integrated-development-environment\">di sini<\/a>. Jangan lupa, sandinglah buku <a title=\"Mudah dan Menyenangkan Belajar Mikrokontroler\" href=\"\/id\/?p=20\">Mudah dan Menyenangkan Belajar Mikrokontroler<\/a> \ud83d\ude00<\/p>\n<p>Memang, untuk menjadi ahli, butuh waktu lumayan lama. Tapi, kalau hanya untuk sekadar bisa menggunakan mikrokontroler, satu atau dua hari saja sudah cukup! Mulailah dari yang paling sederhana, terus sedikit demi sedikit meningkat sampai yang rumit. Nanti, Jika Anda merasa mentok menghadapi masalah yang rumit, buatlah masalah menjadi sederhana. Jika Anda menghadapi masalah yang besar, buatlah masalah menjadi kecil. Jika Anda menemui bab yang sulit, jangan paksakan diri. Percayalah, suatu saat Anda pasti dapat memahaminya.<\/p>\n<h4>Pakai mikrokontroler apa?<\/h4>\n<p>Sekali Anda menguasai salah satu jenis mikrokontroler, akan mudah bagi Anda untuk berpindah ke mikrokontroler jenis lainnya. Jadi, tidak penting pakai mikrokontroler apa, tapi teknik pemrogramannya.<\/p>\n<p>AT89S51 atau AT89S2051 dari keluarga MCS-51 bisa dijadikan pilihan yang bagus. Mikrokontroler ini mudah-murah-meriah. Anda tidak akan terlalu bersedih jika Anda membuatnya hancur. Sebaliknya, Anda akan sangat gembira jika ternyata bisa menguasai ilmu mikrokontroler dengan biaya yang rendah.<\/p>\n<h4>Pakai bahasa pemrograman apa?<\/h4>\n<p>Ada banyak pilihan bahasa pemrograman. Ada yang menyarankan untuk menguasai bahasa pemrograman tingkat tinggi terlebih dahulu, seperti Basic, Pascal, C, dan lain-lain. Namun demikian, bahasa pemrograman terbaik yang benar-benar akan membuat Anda mengerti akan mikrokontroler adalah <em>assembly<\/em> karena bahasa ini menuntut Anda untuk membuat instruksi secara teliti.<\/p>\n<p>Selamat belajar!<\/p>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dibandingkan beberapa waktu yang lalu, sekarang harga chip mikrokontroler sudah relatif murah. Bahkan untuk sekadar membuat lampu berjalan, mikrokontroler pantas dipilih. Namun ternyata murahnya harga tidak serta merta membuat penggemar elektronika menggunakan mikrokontroler dalam rancangannya. Bukannya apa-apa, tapi karena mereka tidak dapat memprogramnya! Pakai trik apa? Harus diakui bahwa merancang sistem bermikrokontroler memang membutuhkan dasar&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[42,96],"tags":[86,132,73],"class_list":["post-564","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-buku-mikrokontroler","category-all","tag-microcontroller-learning","tag-tutorial-mikrokontroler","tag-microcontroler"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=564"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/564\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}