{"id":277,"date":"2008-12-02T12:38:12","date_gmt":"2008-12-02T05:38:12","guid":{"rendered":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/?p=277"},"modified":"2014-04-10T23:10:09","modified_gmt":"2014-04-10T16:10:09","slug":"keajaiban-gb-3dimensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/keajaiban-gb-3dimensi\/","title":{"rendered":"Keajaiban Gambar 3 Dimensi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\n<figure style=\"width: 184px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"Cinta\" src=\"https:\/\/sulhansetiawan.com\/_wordpress_\/2012\/11\/cinta.jpg\" alt=\"Gambar Hati Montok\" width=\"184\" height=\"167\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Gambar Hati Montok<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jika Anda memperhatikan gambar hati di atas, Anda akan menganggap bahwa gambar tersebut terlihat begitu montok. Akan tetapi bagaimanapun Anda akan menganggap bahwa gambar tersebut hanyalah sebuah gambar yang terdapat pada kertas yang rata. Kesan tiga dimensi yang dimilikinya hanya terbentuk karena pengaturan warnanya. Anda bisa dengan mudah membedakannya dengan benda nyata yang ada di depan mata Anda.<\/p>\n<p>Berbeda halnya jika Anda menonton film tiga dimensi yang Anda harus menggunakan kacamata untuk bisa menikmati kesan tiga dimensinya. Anda akan merasa bahwa film yang Anda tonton tersebut adalah sebuah kejadian nyata di depan mata Anda.<\/p>\n<p>Dan tahukan Anda bahwa kita bisa memperkirakan jarak benda karena kita mempunyai dua mata? Pemandangan di depan kita akan sedikit memiliki perbedaan jika dilihat dari mata kiri dan dari mata kanan. Dengan adanya sedikit perbedaan ini, otak kita bisa memperhitungkan jarak benda yang ada di depan mata kita. Dengan mengetahui fakta ini, maka jika kita memotret pemandangan dari jarak yang sedikit berbeda, yaitu satu kamera diletakkan disebelah kamera yang lain dengan jarak sekitar jarak mata kiri dan mata kanan. Kemudian saat kita melihatnya, jika gambar yang diambil dengan kamera kiri hanya dilihat dengan mata kiri dan gambar yang diambil dengan kamera kanan hanya dilihat dengan mata kanan, maka kita akan merasakan bahwa pemandangan dari foto tersebut seolah tiga dimensi. Itulah sebabnya mengapa saat kita menonton film tiga dimensi kita harus mengenakan kacamata. Kacamata tersebut digunakan untuk memisahkan gambar sehingga gambar yang diambil oleh kamera kiri hanya terlihat oleh mata kiri dan gambar yang diambil oleh kamera kanan hanya terlihat oleh mata kanan.<\/p>\n<p>Hal yang lebih mengagumkan adalah bahwa kita sebenarnya bisa memanipulasi otak kita untuk melihat gambar yang sebenarnya rata tetapi akan terlihat seolah tiga dimensi. Dan kita bahkan tidak memerlukan kacamata untuk membantu memisahkan gambar. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengatur jarak fokus penglihatan kita.<\/p>\n<p>Arah pandang mata kita sebenarnya tidak selalu lurus kedepan. Arah pandang kedua mata kita hanya akan tepat lurus kedepan jika kita melihat benda-benda pada jarak yang sangat jauh. Misalnya saat kita melihat bintang-bintang yang berkilauan dimalam hari yang cerah (wuih, puitisnya..), atau saat kita melihat awan-awan yang bergumpal dilangit, atau semua obyek yang berada relatif sangat jauh dari kita. Jika kita melihat pada obyek-obyek yang jaraknya dekat, maka antara mata kiri, mata kanan, dan obyek yang kita lihat, akan membentuk sebuah segi tiga. Nah, dari sudut-sudut pada segitiga inilah otak memperhitungkan jarak benda. Jadi sebenarnya otak kita telah memiliki kemampuan untuk menghitung trigonometri bahkan sebelum kita sekolah \ud83d\ude42<\/p>\n<p>Sebuah trik yang sangat menarik adalah bahwa kita bisa memindah sebuah obyek kedalam kertas agar obyek tersebut tetap bisa berkesan tiga dimensi tanpa harus menggunakan kacamata. Caranya adalah dengan meletakkan kertas diantara mata dan obyek yang hendak diambil gambarnya. Kemudian kita bagi obyek tersebut kedalam bagian-bagian yang sangat kecil yang kita sebut dengan pixel. Setiap pixel dari obyek tersebut kita pindah ke kertas dengan menarik garis antara pixel tersebut ke mata kiri. Persilangan antara garis tersebut dengan garis kertas merupakan posisi pixel tersebut pada kertas untuk mata kiri. Lakukan hal yang sama untuk mata kanan.<\/p>\n<figure style=\"width: 327px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"Memindah pixel obyek ke kertas\" src=\"https:\/\/sulhansetiawan.com\/_wordpress_\/2013\/11\/pixel.png\" alt=\"Memindah pixel obyek ke kertas\" width=\"327\" height=\"219\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Memindah pixel obyek ke kertas<\/figcaption><\/figure>\n<p>Perhatikan bahwa pixel P1 jika ditarik garis lurus ke mata kiri, maka akan menghasilkan pixel di kertas sebagai pixel A. Kemudian jika ditarik garis lurus ke mata kanan, maka akan dihasilkan pixel B di kertas. Sayangnya kita tidak bisa memisahkan agar pixel B tidak terlihat oleh mata kiri. Oleh karena itu mau tidak mau pixel B jika dilihat oleh mata kiri harus mewakili pixel obyek juga, yaitu pixel P2. Sekarang P2 jika dilihat dari mata kanan akan diwakili oleh pixel C di kertas. Dengan alasan yang sama seperti pada proses sebelumnya, bagi mata kiri, pixel C merupakan wakil untuk pixel obyek di P3. Langkah-langkah ini harus dilakukan untuk semua pixel obyek yang akan dipindahkan ke kertas.<\/p>\n<p>Untuk bisa melihat hasil dari pemindahan gambar tersebut, maka kita harus melihat bagaimana proses pembuatannya. Perhatikan bahwa kertas berada di antara mata dan obyek. Dengan demikian, saat kita melihat kertas tersebut, kita harus bisa mengatur fokus mata kita untuk melihat benda dibelakang kertas. Dalam hal ini kita sebenarnya sedang melihat benda khayalan yang telah dipindah ke kertas.<\/p>\n<p>Di zaman gambar seperti ini baru ditemukan, gambar tersebut merupakan sebuah misteri sehingga orang yang ingin melihatnya harus menggunakan daya upayanya sendiri untuk bisa melihatnya. Teknik pembuatannya pun hanya dikatakan menggunakan teknologi komputer, tidak ada informasi lebih. Dan sebagai kelakar pada waktu itu adalah bahwa gambar tersebut hanya bisa dilihat oleh orang yang berhati bersih. Sehingga teman-teman yang belum berhasil melihatnya akan dikatakan bahwa hatinya tidak bersih. Tentu saja hal tersebut hanya sebuah olok-olok semata.<\/p>\n<p>Sekarang Anda bisa mencoba apakah hati Anda bersih atau tidak \ud83d\ude42 Lihatlah gambar di bawah. Saya menyertakan dua buah titik bantuan untuk memudahkan Anda mencapai fokus yang benar. Jika Anda pernah berhasil melihat gambar seperti ini, maka selanjutnya Anda tidak perlu lagi untuk menggunakan bantuan apapun. Sesuai dengan teknik pembuatannya. Fokus yang benar terjadi jika dua titik tersebut terlihat menjadi tiga titik.<\/p>\n<p>Lakukan latihan pengaturan fokus penglihatan seperti yang dilakukan oleh salah seorang pasien dimana Patch Adam dirawat saat baru datang. Dia menunjukkan dua jarinya dan bertanya kepada Patch Adam &#8220;ini berapa?&#8221; Saat Patch Adam menjawab &#8220;dua&#8221;, dia kemudian berkata &#8220;bodoh, yang benar ini adalah empat&#8221;. Saat Patch Adam bertemu dengannya untuk yang kedua kalinya, orang tersebut kemudian menerangkan bahwa kebanyakan orang hanya fokus pada satu hal saja. Dia menerangkan bahwa jika fokus berada dibelakang jari, maka jari tersebut akan terlihat empat. Nah, sebenarnya dua jari tidak hanya bisa menjadi terlihat empat tapi juga bisa menjadi terlihat tiga. Yaitu jika dua jari yang tengah bertumpuk menjadi satu. Dan saat itulah yang menunjukkan bahwa fokus Anda sudah benar.<\/p>\n<p>Jika fokus Anda sudah benar, maka Anda bisa melihat gambar hati yang begitu montok dan terasa sangat nyata dari gambar dibawah ini. Klik gambar tersebut untuk memperbesar atau cetaklah dengan ukuran yang cukup.<\/p>\n<figure style=\"width: 415px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/sulhansetiawan.com\/_wordpress_\/2012\/11\/love3d.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"Hati yang montok 3 dimensi\" src=\"https:\/\/sulhansetiawan.com\/_wordpress_\/2012\/11\/love3d.jpg\" alt=\"Hati yang montok 3 dimensi\" width=\"415\" height=\"293\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Hati yang montok 3 dimensi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jadi, apakah hati Anda cukup bersih? \ud83d\ude42<\/p>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika Anda memperhatikan gambar hati di atas, Anda akan menganggap bahwa gambar tersebut terlihat begitu montok. Akan tetapi bagaimanapun Anda akan menganggap bahwa gambar tersebut hanyalah sebuah gambar yang terdapat pada kertas yang rata. Kesan tiga dimensi yang dimilikinya hanya terbentuk karena pengaturan warnanya. Anda bisa dengan mudah membedakannya dengan benda nyata yang ada di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,96],"tags":[89,91,80,127],"class_list":["post-277","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-gambar-3d-stereo","category-all","tag-magic","tag-image","tag-3d-image","tag-gambar-stereo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=277"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/277\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}