{"id":1076,"date":"2011-02-05T16:24:04","date_gmt":"2011-02-05T09:24:04","guid":{"rendered":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/?p=1076"},"modified":"2014-02-01T05:39:04","modified_gmt":"2014-01-31T22:39:04","slug":"pengaman-motor-dg-alarm","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/pengaman-motor-dg-alarm\/","title":{"rendered":"Menambah Alarm untuk Pengaman Motor dengan Sensor Sentuh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<h3>Menambahkan Alarm<\/h3>\n<p>Sensor sentuh sebagai pengaman motor sebenarnya sudah cukup aman. Akan tetapi, menambahkan alarm merupakan nilai tambah bagi pengamanan motor Anda.<\/p>\n<p>Jika kunci motor diputar ke posisi ON, maka jika dalam waktu sekitar 6 detik sensor sentuh belum juga disentuh, alarm akan diaktifkan. Bagi Anda yang mengetahui secara pasti posisi sensor, waktu 6 detik ini lebih dari cukup untuk menyentuh sensor. Akan tetapi bagi maling yang tentu saja tidak mengetahui posisi sensornya, maka 6 detik kemudian dia akan blingsatan karena tiba-tiba motor yang hendak dicurinya membunyikan klakson dengan sendirinya.<\/p>\n<figure style=\"width: 469px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/sulhansetiawan.com\/_wordpress_\/2012\/11\/sensoralarm.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" \" title=\"Sensor Sentuh dengan Alarm\" src=\"http:\/\/sulhansetiawan.com\/_wordpress_\/2012\/11\/sensoralarm.jpg\" alt=\"Sensor Sentuh dengan Alarm\" width=\"469\" height=\"626\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Sensor Sentuh dengan Alarm<\/figcaption><\/figure>\n<p>Rangkaian di atas dibagi menjadi tiga bagian<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p>Sensor Sentuh<\/p>\n<p>Rangkaian ini adalah rangkaian yg sama dengan rangkaian pada <a href=\"\/id\/?p=1036\">Pengaman Sepeda Motor dengan Sensor Sentuh <\/a><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Alarm<\/p>\n<p>Rangkaian ini adalah rangkaian flip-flop astable yang digunakan untuk mengaktifkan relay. Relay RLY2 inilah yang nantinya digunakan untuk membunyikan klakson. Untuk menghentikan flip-flop ini, kita cukup menarik tegangan di anoda D4 ke arah ground. Oleh karena itu, kita menghubungkan titik ini ke kolektor dari Q1 melalui dioda D5. Dengan demikian, jika Sensor telah disentuh, otomatis alarm juga akan berhenti bekerja.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Penunda Alarm<\/p>\n<p>Bagian ini berfungsi untuk menunda kerja alarm. Pada saat pertama kali rangkaian mendapat catu daya, muatan pada C5 masih kosong sehingga transistor Q6 masih OFF. Karena Q6 OFF, maka Q5 justru ON dan akan menarik anoda D4 ke arah ground. Dengan demikian flip-flop tidak akan bekerja. Perlahan-lahan C5 akan diisi muatan listrik melalui R10 hingga akhirnya Q6 ON. Pada saat Q6 ON, Q5 akan OFF dan flip-flop bisa bekerja.<\/p>\n<p>Nilai C5 menentukan waktu tunda. Semakin besar nilainya, semakin lama pula waktu tundanya.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Pemasangan Alarm<\/h3>\n<p>Ada dua macam tipe pemasangan tombol klakson. Pada Honda, tombol klakson digunakan untuk menyambung bagian positif dari klakson, sedangkan bagian negatifnya selalu terhubung ke chasis. Sementara pada Yamaha, tombol klakson digunakan untuk menyambung bagian negatif, sedangkan bagian positifnya selalu terhubung ke positif kelistrikan motor.<\/p>\n<p>Untuk klakson tipe Honda, cara pemasangannya adalah dengan menghubungkan bagian positif dari klakson, yaitu bagian yang terhubung ke tombol, ke NO dari RLY2, kemudian menghubungkan CM dari RLY2 ke positif kelistrikan setelah kunci (titik B pada <a href=\"\/id\/?p=1036#pasang-ac\">pemasangan CDI AC<\/a> maupun <a href=\"\/id\/?p=1036#pasang-dc\">CDI DC<\/a>).<\/p>\n<p>Untuk klakson tipe Yamaha, cara pemasangannya adalah dengan menghubungkan bagian negatif dari klakson, yaitu bagian yang terhubung ke tombol, ke NO dari RLY2, kemudian menghubungkan CM dari RLY2 ke chasis. Akan tetapi jika motor tersebut menggunakan CDI DC, maka kita harus memindah kabel bagian positifnya agar tetap terhubung ke titik B. Ingat bahwa pada pemasangan CDI DC, kita memutus titik B tersebut kemudian menghubungkan secara seri dengan relay dari sensor sentuh. Dengan demikian, saat sensor belum disentuh, klakson tidak akan bisa berbunyi. Oleh karena itu, kita harus memindah kabel klakson bagian positifnya agar tetap terhubung ke titik B.<\/p>\n<div style=\"text-align: center;\"><iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"http:\/\/www.youtube.com\/embed\/OmLyIxmUQYU?rel=0\" frameborder=\"0\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menambahkan Alarm Sensor sentuh sebagai pengaman motor sebenarnya sudah cukup aman. Akan tetapi, menambahkan alarm merupakan nilai tambah bagi pengamanan motor Anda. Jika kunci motor diputar ke posisi ON, maka jika dalam waktu sekitar 6 detik sensor sentuh belum juga disentuh, alarm akan diaktifkan. Bagi Anda yang mengetahui secara pasti posisi sensor, waktu 6 detik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92,96],"tags":[150,109,110,93,111],"class_list":["post-1076","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-electronics","category-all","tag-electronics","tag-pengaman-motor","tag-pengaman-sepeda-motor","tag-motorcycle","tag-sensor-sentuh"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1076"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1076\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/sulhansetiawan.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}